6 Tips Menjadi Pemilik Kucing yang Ramah Lingkungan

  • Whatsapp
Kucing

Tahukah kamu jika memelihara kucing berpotensi menyumbang sedikit/banyak terhadap kerusakan lingkungan? Di antaranya produk dan aksesoris yang kamu beli untuk kucingmu bisa menghasilkan sampah yang sukar terurai dan buruk bagi alam.

Tapi meski tidak sepenuhnya, kamu masih bisa menjadi pemilik kucing yang ramah lingkungan. Berikut beberapa tips yang bisa segera kamu lakukan.

#1 Pilih Pasir Kucing Organik

Dulu waktu masih memakai pasir kucing yang terbuat dari sodium bentonite (pasir gumpal) saya kebingungan membuangnya. Sifat pasirnya adalah menyerap air lalu menggumpal menjadi seperti tanah liat. Jadi bahaya jika dibuang di toilet.

Saya coba buang di tanah dengan harapan bakal larut tercampur tanah. Ternyata waktu terkena hujan dia menyerap air begitu banyak dan malah menggumpal mengembang.

Lalu saya buang di selokan dengan maksud biar terurai dan mengalir bersama air. Ternyata pasirnya diam di tempat, menggumpal membesar dan berpotensi membuat mampet selokan. Sulit dibersihkan meski sudah disiram dan disemprot berkali-kali.

Setelah mencoba-coba yang terbaik adalah memakai pasir kucing berbahan organik. Biasanya bahannya berupa kedelai, serbuk kayu, kertas, gandum, atau jagung.

Saya pernah mencoba yang berbahan kedelai dan serbuk kayu. Pasir kedelai tidak berdebu, menyerap bau, dan mudah terurai di air. Sehingga bisa dibuang di toilet dan dalam jumlah sedikit tidak membuat mampet.

Yang berbahan serbuk kayu juga bagus. Serbuk kayu dijadikan pelet, jika terkena kencing kucing pelet akan terurai menjadi serbuk. Kotoran (tahi) kucing tinggal diambil dan dibuang ke toilet, sedangkan serbuk yang terkena kencing bisa dibuang di tanah agar menjadi kompos.

#2 Segera Steril Kucingmu

Steril akan mengakibatkan kucing tidak bisa berkembang biak. Kucing itu dalam hidupnya bisa melahirkan banyak sekali anak. Namun kenyataannya banyak dari anak kucing itu yang berakhir hidup liar tanpa ada yang memelihara.

Steril membantu menyeimbangkan populasi kucing liar yang jika terlalu banyak akan menganggu manusia dan lingkungan. Selain itu bisa bermanfaat bagi kesehatan kucing dan membuat sifat agresifnya berkurang.

#3 Bijak Memilih Mainan dan Aksesoris Kucing

Mainan kucing bisa membuat kucing terekspos bahan kimia, karena sangat mungkin kucing menggigiti mainan itu. Maka hindarilah sebisa mungkin mainan yang terbuat dari plastik murahan berwarna-warni. Pilihlah mainan berbahan alami seperti kayu, kertas, bulu ayam, bambu, linen, dan katun organik.

Kamu juga bisa membuat sendiri mainan kucing seperti bola kertas dan mainan dari kardus. Seringkali kucing lebih menyukai mainan sederhana dari bahan-bahan bekas tersebut.

Kadang kucing tidak menyukai beberapa mainan yang sudah kamu beli untuknya. Jangan dibuang, tapi tawarkanlah pada pemilik kucing lain agar bisa dimanfaatkan.

Aksesoris kucing pun sama, kamu bisa membuatnya sendiri misalnya bantal kucing dari kain bekas. Barang yang sudah tidak terpakai seperti kandang dan lainnya bisa diberikan ke orang lain.

#4 Beli Makanan dan Pasir Dalam Jumlah Banyak

Selain lebih irit, membeli makanan dan pasir dalam jumlah banyak sekaligus berarti mengurangi jumlah sampah pembungkusnya. Seringkali kemasan makanan dan pasir terbuat dari plastik.

Lebih bagus lagi jika bisa mendapatkan yang kemasannya biodegradable. Kemasan seperti ini bahannya dari tumbuhan atau hewan dan bisa terurai di alam.

#5 Utamakan Produk Lokal Berkualitas

Produk yang kamu beli memerlukan perjalanan sebelum sampai ke rumahmu. Jika produknya impor, maka jejak karbonnya lebih besar, karena artinya produk dikirim menggunakan transportasi besar seperti kapal kargo yang menempuh jarak sangat panjang.

Jika memungkinkan belilah produk berkualitas dari perusahaan lokal, jejak trasnportasinya tentu lebih pendek. Atau kamu juga bisa membuat sendiri sebagian produk yang dibutuhkan. Misalnya membuat makanan kucing sendiri, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter hewan untuk perencanaan nutrisi terbaik bagi kucingmu berdasarkan ras, umur, dan lainnya.

#6 Lebih Baik Pelihara Indoor

Bagaimanapun kucing adalah predator yang jika dibiarkan berkeliaran bisa mengancam kehidupan satwa liar seperti burung dan serangga. Apalagi jika kamu hidup di daerah yang masih banyak hidup burung kecil liar. Kucing akan dengan senang hati merunduk dan menangkapi mereka.

Maka alangkah baiknya jika kucing dipelihara indoor secara seimbang. Beri kucing kesempatan bermain di halaman yang tidak memungkinkan dia untuk kabur keluar. Atau sesekali ajak kucing jalan-jalan memakai tali.

Jika halaman rumahmu tidak memadai dan kucingmu menolak dipakaikan tali, bisa diakali. Sediakan cat tree di dalam rumah untuk kucing memanjat dan bermain. Bahkan sekedar mengajak kucingmu bermain tangkap bola pun sudah cukup bagus.

Related posts